Kubu Raya post author Kiwi 28 Juli 2026

Pertamina AFT Supadio Cetak Petani Mandiri Lewat Budidaya Madu Kelulut dan Hilirisasi Lip Balm

Photo of Pertamina AFT Supadio Cetak Petani Mandiri Lewat Budidaya Madu Kelulut dan Hilirisasi Lip Balm

KUBU RAYA, SP – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kali ini, Pertamina menggelar Kelas Edufarm Budidaya Lebah Madu Kelulut dan Pembuatan Lip Balm selama dua hari, 27–28 Juli 2026, bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Kuala Gambut Lestari di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan teknik budidaya lebah madu kelulut, tetapi juga mendorong hilirisasi produk melalui pelatihan pembuatan lip balm berbahan dasar madu kelulut. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil hutan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Jr. Supervisor HSSE & GA AFT Supadio, Fita Cahyang Wening, mengatakan pelatihan dirancang agar kelompok binaan memiliki kemampuan mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami selama dua hari sejak 27 hingga 28 Juli 2026 melaksanakan pelatihan bersama masyarakat Kuala Dua terkait budidaya madu kelulut dan pembuatan lip balm berbahan dasar madu kelulut. Harapan kami, program ini dapat berjalan lancar, berkelanjutan, serta mampu membuka kolaborasi dengan berbagai instansi ke depan sehingga semakin banyak inovasi yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Fita, program CSR Pertamina tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal yang ramah lingkungan.

Kepala Desa Kuala Dua, Abbas, mengapresiasi dukungan Pertamina yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Pelatihan budidaya madu kelulut dan pembuatan lip balm ini sangat baik dan dimotori oleh Pertamina. Kami atas nama Pemerintah Desa Kuala Dua mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pembinaan dan pelatihan yang sangat bermanfaat ini. Harapan kami, program seperti ini terus berlanjut sehingga dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus kesejahteraan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan KTH Kuala Gambut Lestari, Agus Sudiro, mengungkapkan bahwa seluruh peserta memperoleh banyak pengetahuan baru, mulai dari teknik budidaya, pemijahan koloni, hingga proses panen madu kelulut yang benar.

“Selama dua hari ini kami mendapatkan pelatihan mengenai budidaya madu kelulut, teknik pemanenan, hingga teknik pemijahan koloni. Hari kedua kami juga dilatih membuat produk turunan berupa lip balm. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Menurut Agus, pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi kelompoknya dalam mengembangkan usaha berbasis perhutanan sosial. Selama ini, KTH Kuala Gambut Lestari memiliki tanggung jawab mengelola kawasan perhutanan sosial sehingga membutuhkan inovasi agar mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Ia menilai pengembangan produk hilir seperti lip balm akan meningkatkan nilai ekonomi madu kelulut dibanding hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah.

“Produk turunan sangat penting bagi kami. Sebagai kelompok tani yang mengelola perhutanan sosial, kami dituntut mandiri dalam mengembangkan usaha. Program CSR Pertamina sangat mendukung upaya tersebut sehingga kami dapat menciptakan produk kehutanan yang memiliki nilai tambah melalui hilirisasi,” jelasnya.

Agus berharap sinergi antara Pertamina dan KTH Kuala Gambut Lestari terus berlanjut sehingga mampu mewujudkan pengelolaan hutan dan lahan gambut yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota. Karena itu kami berharap program CSR Pertamina terus berlanjut agar KTH Kuala Gambut Lestari semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu mengembangkan produk-produk berbasis agroforestry yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” pungkasnya.(din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda